Catatan Pribadi

Perusahaan Hortikultura Terbesar Inggris, Berawal dari Belakang Rumah

Dimulai pada tahun 1895, Thompson & Morgan tumbuh menjadi salah satu perusahaan terbesar dan tertua di Inggris yang telah memenangi berbagai penghargaan. Inggris memiliki sejarah hortikultura yang kaya, banyak orang Inggris yang telah memberikan nama tanaman sehingga menjadi inspirasi dalam dunia hortikultura, salah satunya adalah Thompson & Morgan yang terus  mempertahankan  identitas dan reputasi serta berinovasi dalam dunia hortikultura.
Perusahaan hortikultura Thompson & Morgan ini di awali dari taman kecil di belakang rumah toko roti di Tavern Street Inggris oleh Thompson si anak tukang roti. Sambil membantu orang tuanya dia belajar botani dengan sungguh – sungguh. Dari kebun di belakang rumah kemudian pindah ke Ipswich, Suffolk, Inggris ke pembibitan yang lebih besar. Akhirnya ada tiga pembibitan Thompson di kota dan William mulai menerbitkan majalah yang disebut 'The English Flower Garden'.

Pada tahun 1855 Katalog pertamanya diproduksi dan ini menjadi cikal bakal hingga hari ini. William Thompson khusus memproduksi tanaman langka dan tidak biasa, benih yang dikirim dari berbagai negara di luar negeri. Ini membawanya semangat petualangan. Kemudian dia berkenalan dengan seorang ilmuan besar seperti Sir Joseph Hooker, Sir Michael Foster dan Charles Darwin. Sebagai salah satu plantsmen paling terkemuka di zamannya dalam meningkatkan tanaman dari Amerika Serikat Barat, pada tahun 1876 Majalah Botanical Curtis didedikasikan kepadanya. Perusahaan penggalangan benih diperluas oleh William Thompson dimana dia bermitra dengan John Morgan. Meskipun Morgan bukan  seorang ahli botani ia adalah seorang pengusaha yang cerdas dengan pengetahuan keuangan yang sehat dan ia mampu menawarkan sumber daya modal yang memungkinkan ekspansi perusahaan yang akan membiayai.

William Thompson meninggal pada tahun 1903 pada usia 80 tapi nama Thompson & Morgan tetap menjadi nama  perusahaan benih terbesar di Inggris yang terus memperkenalkan berbagai tanaman ke publik Inggris. Perusahaan ini kemudian di ambil oleh Morgan untuk sepuluh tahun kemudian hingga 1913 Joseph Sangster menjadi patnernya. Seorang  hortikulturis brilian dan administrator berbakat, setelah sebelumnya menjadi manajer Lissadell Gardens di Irlandia, Joseph menambahkan 4.000 nama di Thompson & Morgan katalog. Dia mengambil alih perusahaan sepenuhnya ketika, pada tahun 1921, John Morgan meninggal. Setelah sepuluh tahun lebih, sebuah situs di London Road di Ipswich dibeli dan dua tahun setelah itu Joseph bergabung di perusahaan dengan anaknya Murray. Murray mengikuti pelatihan hortikultura di Edinburgh serta memiliki pengalaman kerja di Slococks, Reputasi perusahaan terus berkembang sehingga dimana orang di seluruh dunia yang membutuhkan benih maka yang menjadi rujukan adalah katalog Thompson & Morgan.

Pada tahun 1939 Thompson & Morgan menjadi perusahaan terbatas dan ketika Joseph meninggal pada tahun 1952, Murray Sangster mengambil kendali. Ia kemudian bergabung dengan dua putranya, Keith dan Bruce, keduanya telah mengikuti pelatihan hortikultura. Pada tahun 1973 mereka memutuskan untuk memperluas pusat distribusi mereka untuk Poplar Lane, Ipswich dimana perusahaan masih beroperasi. Satu tahun kemudian, pada tahun 1974, Murray pensiun dan Keith dan Bruce Sangster mengambil alih pengelolaan apa yang menjadi salah satu perusahaan hortikultura yang paling progresif di dunia. Meninggalnya Murray pada tahun 1994, Keith dan Bruce menjadi pemilik tunggal perusahaan. Pada tahun 1982 Bruce menuju ekspansi perusahaan di Amerika Serikat setelah sebelumnya memiliki basis distribusi di Jackson, New Jersey. Pada tahun 1999, perusahaan ini menjadi bagian dari International Garden Products Inc, dari Boston, MA, USA. Pada bulan Mei 2002 Thompson & Morgan kembali ke kepemilikan pribadi mandiri.

Jika anda adalah salah satu orang yang menyukai tanaman dengan berbagai jenis, anda dapat menemukan berbagai jenis tanaman dan cara menamanya di situs Thompson & Morgan
Share:
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Populer