Catatan Pribadi

Bagaimana melakukan program community development

Dalam melaksanakan program apapun baik skala besar maupun kecil tentu membutuhkan cara atau langkah – langkah dalam pelaksanaanya, salah satu tujuanya adalah agar kegiatan tersebut dapat di ukur dan nilai tingkat keberhasilanya dan kegagalanya atau di evaluasi untuk perbaikan – perbaikan di masa depanya. Secara umum adapun langkah – langkah yang di tempuh adalah :

  1. Pengumpulan informasi
Informasi apa saja yang di butuhkan ketika seseorang atau sebuah team ingin melaksanakan sebuah program community development, yang jelas semakin kaya informasi yang di dapat maka semakin mudah untuk melaksanakan sebuah program yang akan dilaksanakan. Berikut adalah informasi dasar yang sebaiknya sudah ada dalam catatan seorang pelaku atau team community development meskipun datanya terkadang perlu diverifikasi tingkat keabsahanya.
a.  Data daerah : jika daerah itu adalah sebuah desa maka data desa seperti jumlah penduduk, letak geografis, potensi daerah, jalur transportasi dan informasi lainya sudah ada dalam catatan. Dengan teknologi informasi terkini dan system pendataan yang terus di perbarui data ini tidak terlalu sulit untuk mendapatkanya karena sudah di sediakan oleh badan statistik daerah masing – masing namun tetap perlu di verifikasi ke lembaga lain seperti data di tingkat kecamatan hingga ke desa yang di tuju.

b.    Data tentang multistikholder forum adalah data – data tentang para pihak yang terkoneksi dengan kawasan yang di tuju atau desa yang di tuju, misalnya nama pejabat daerah beserta nomor kontaknya seperti Bupati, Anggota DPRD terutama yang terkait dengan kawasan tersebut, kepala Bappeda, Camat, Polisi dan Militer yang bertugas untuk daerah yang di tuju. Manfaatnya adalah agar ketika melaksanakan program yang membutuhkan dukungan pihak yang di atasnya maka dengan mudah dapat di hubungi serta di hubungkan dengan masyarakat di mana anda melaksanakan program. Data seperti ini cukup di wakili oleh satu orang dalam satu team sebagai liason officer team.

  1. Perkenalan
Perkenalan team dimana anda di tempatkan, perkenalan ini adalah awal yang sangat menentukan bagi sebuah team yang ingin mengerjakan proses community development. Ada beberapa hal yang perlu di perhatikan dan dipertimbangan pada proses perkenalan. Pertama adalah tata cara berpakaian, berpakaianlah sesederhana mungkin yang tidak mencolok serta tidak menarik perhatian yang berakibat pada kegagalan fokus. Ringkasnya seseorang atau sebuah team pekerja sosial harus memiliki kemampuan adaptasi yang baik. Memperhatikan adat istiadat atau tatanan sosial masyarakat setempat juga menjadi bagian yang penting dalam proses perkenalan. Jangan menunjukan menggunakan istilah bahasa – bahasa yang tidak di mengerti oleh masyarakat setempat, gunakanlah bahasa yang paling sederhana yang mudah di mengerti oleh semua orang. Tinggalkan bahasa istilah yang sering di pakai di kampus dalam berkomunikasi.

  1. Observasi
Observasi adalah proses pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap sebuah objek dan di lakukan secara langsung terjun ke lapangan sehingga di dapat informasi yang di butuhkan. Observasi di sini di lakukan untuk untuk mendapatkan informasi dasar tentang wilayah yang akan di laksanakan sebuah program, misalnya demografi, keadaan lingkungan, keadaan masyarakat, kegiatan masyarakat, system sosial, adat dan budaya serta informasi tambahan lain yang perlukan. Banyak cara yang bisa di lakukan dalam tahap ini misalnya menjalin komunikasi dan silaturahmi dengan berbagai komponen masyarakat seperti kelompok tokoh, kelompok pemuda, kelompok perempuan termasuk observasi tentang masalah dan potensi yang di miliki wilayah tersebut.


  1. Identifikasi
Identifikasi adalah kegiatan yang mencari, menemukan, mengumpulkan, meneliti, mendaftarkan, mencatat data dan informasi dari sebuah wilayah, apakah ada masalah sosial terkait dengan kehidupan masyarakat terutama hal – hal yang dapat mengganggu tatanan sosial masyarakat setempat atau masalah sosial lainya bagi masyarakat.
  1. Pemetaan
Pemetaan atau maping adalah kegiatan untuk mengidentifikasi dan memahami struktur sosial yang berlaku di masyarakat setempat, hubungan kekerabatan di antara mereka serta. Melalui maping ini juga akan diketahui kekuatan – kekuatan sosial, simpul – simpul sosial, sumber daya manusianya terutama para pemangku kepentingan setempat misalnya pihak yang paling berpengaruh dan yang lemah dan lain sebagainya yang berlaku di tengah – tengah masyarakat. Pemetaan ini juga akan memberikan sejumlah informasi penting lainya sehingga akan memudahkan mengggerakan masyarakat setempat karena di dorong oleh nilai dan keyakinan yang mereka anut sendiri. Dalam pemet


  1. Interview
Interivew atau wawancara adalah serangkaian kegiatan komunikasi verbal, bentuknya harus di sesuaikan dengan kondisi di lapangan apakah dilakukan dalam bentuk terbuka atau tertutup atau perpaduan antara keduanya. Tujuan dari interview ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang kondisi ekonomi, sosial, pendidikan, kesehatan,budaya dan politik yang berkembang di daerah tersebut serta kebutuhan – kebutuhan atau tuntutan lain yang masih menjadi masalah. Interview dilakukan dengan semua lapisan masyarakat semakin banyak informasi semakin baik.

  1. Rencana program
Setelah proses pengumpulan data dan informasi terkumpul melalui berbagai metode maka selanjutnya adalah perencaan program. Rencana program adalah serangkaian kegiatan yang akan di lakukan bersama masyarakat. Dari hasil pengumpulan data tentu sudah tergambar masalah apa yang sebetulnya yang perlu di motivasi atau di dorong untuk masyarakat setempat yang menjadi skala prioritas yang bermanfaat bagi masyarakat dan memiliki hubungan dengan rencana masyarakat setempat bila ada dan belum terealisasi. Satu hal yang perlu di ingat dalam membuat program adalah analisa antara keinginan dan kebutuhan dan yang menjadi program adalah kebutuhan bukan keiginan.

  1. Sosialisasi
Tahap akhir sebelum pelaksaan sebuah program maka harus di lakukan sosialisasi agar semua lapisan masyarakat setempat memahami apa yang akan di kerjakan bersama mereka.


  1. Pelaksanaan program
Pelaksanaan program bersama masyarakat. Dalam melaksanakan program yang perlu di ingat oleh aktor ekternal adalah pemberian pendampingan atau bantuan teknis  kepada masyarakat bukan sebagai pelaku utama. Sedangkan pelaku utamanya tetap masyarakat setempat


10.    Advokasi
Bila menemukan masalah – masalah yang tidak bisa di selesaikan oleh masyarakat terkait dengan program – program yang akan di laksanakan oleh masyarakat tersebut maka tugas seorang atau team aktor ekternal memberikan dampingan kepada masyarakat setempat untuk melakukan advokasi ke jenjang yang di atasnya misalnya pusat pelayanan kecamatan, Bappeda hingga ke anggota DPR yang mewakilinya. Advokasi ini di perlukan karena adanya program yang membutuhkan atau mengharuskan pemerintahan di atasnya harus ikut terlibat dalam memenuhi keinginan masyarakat setempat.


Demikian secara garis besar teknis – teknis yang perlu di lakukan dalam melaksanakan kegiatan pengembangan masyarakat. Dan di harapkan tetap mencari tambahan informasi dari sumber – sumber lain sehingga akan memperkaya pengetahuan dan wawasan dalam bidang  pengembangan masyarakat.



Share:
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Populer